JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menjelaskan soal laporan mingguan sejumlah kota/kabupaten di Indonesia terkait penanganan Covid-19.
Dari laporan terakhir per 16 Agustus, tercatat bahwa Kota Denpasar berprogres sangat baik.
"Kota Denpasar kita melihat angka kematiannya kecil. Meskipun jumlah kasus banyak, dia di peringkat 63 untuk jumlah angka kematian," kata Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, dr. Dewi Nur Aisyah, dalam dialog publik di Graha BNPB, Rabu (19/8/2020).
Namun, meski berada di peringkat 63, tidak disebutkan oleh Dewi berapa jumlah kumulatif kasus kematian di Kota Denpasar.
Bahkan untuk jumlah kematian per 100 ribu penduduk, Satgas Penanganan Covid-19 hanya menyebut bahwa Kota Denpasar berada di peringkat 77.
Data yang ditampilkan hanyalah jumlah kasus kumulatif, di mana Denpasar kasus kumulatif positifnya sebesar 1.496 kasus.
Dengan jumlah kasus tersebut, Denpasar berada di peringkat 16 untuk kategori kota/kabupaten.
Dari jumlah kumulatif kasus tersebut, Satgas juga memuji Kota Denpasar soal persentase kasus aktif, atau para pasien Covid-19 yang mendapatkan perawatan baik mandiri ataupun di rumah sakit.
"Kalau kita lihat, ini yang hebat yang bikin saya senang Kota Denpasar, karena kasus aktifnya tinggal 6,84 persen. Ini contoh kota di mana penduduknya banyak, aktivitas tinggi, dan dia masuk 20 besar jumlah kasus yang tertinggi," kata Dewi.
"Tetapi ternyata ketika dilihat angka kasus aktifnya, ini hanya tinggal 6,84 persen. Lain halnya juga kita bisa lihat, di Surabaya juga ada progres, karena kasus aktifnya sudah mulai berkurang tinggal 16,7 persen," pungkasnya.
Sementara itu, update kasus Covid-19 per Selasa (18/8/2020) dilaporkan 1 orang pasien Covid-19 berjenis kelamin laki-laki yang berdomisili di Kelurahan Dauh Puri, Denpasar, Bali, dinyatakan meninggal dunia.
Kendati dinyatakan positif Covid-19, yang bersangkutan diketahui mengidap penyakit Hipertensi dan Diabetes Militus.
Pun demikian, di hari yang sama juga tercatat penambahan pasien sembuh sebanyak 2 orang dan kasus positif diketahui bertambah sebanyak 7 orang yang tersebar di 6 wilayah desa/kelurahan.
"1 pasien Covid-19 di Kota Denpasar yang berdomisili di Kelurahan Dauh Puri dinyatakan meninggal dunia dengan penyakit bawaan yakni Hipertensi dan Diabetes Militus. Dan penambahan kasus positif tercatat 7 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.
Dewa Rai menjelaskan, bahwa ke-6 desa/kelurahan yang melaporkan adanya penambahan kasus positif Covid-19 yakni Kelurahan Tonja yang mencatatkan penambahan 2 kasus positif, sedangkan Desa Padangsambian Kaja, Kelurahan Padangsambian, Desa Kesiman Kertalangu, Desa Tegal Kertha dan Desa Pemogan mencatatkan penambahan masing-masing 1 orang pasien positif.
Sementara 37 desa/kelurahan nihil penambahan kasus baru.
Pihaknya menjelaskan, bahwa angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif Covid-19 masih fluktuatif di Kota Denpasar.
Di mana, di tengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif Covid-19.
Karenanya diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak.
Terlebih saat ini kita bersama-sama sedang bersiap untuk pemulihan ekonomi daerah dan nasional.
Dewa Rai menambahkan, bahwa walaupun saat ini kita sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru dengan aktifitas masyarakat yang mulai kembali ke rutinitasnya, namun kasus positif baru di internal keluarga, tempat kerja dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah masih menunjukan peningkatan.
Klaster baru inilah yang patut kita waspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.
"Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi," kata Dewa Rai.
Melihat perkembangan kasus ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas.
Karena dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini terdapat dua cara.
Yakni tracing masif yang agresif disertai tes dan isolasi, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan.
Adapun kasus positif yakni dari Desa Tegal Kertha seorang laki-laki usia 43 tahun.
Desa Padangsambian Kaja seorang laki-laki usia 48 tahun.
Kelurahan Padangsambian seorang laki-laki usia 64 tahun.
Desa Kesiman Kertalangu seorang perempuan usia 27 tahun.
Kelurahan Tonja seorang laki-laki usia 32 tahum serta seorang perempuan usia 33 tahun.
Desa Pemogan seorang perempuan usia 22 tahun.
Sementara itu, jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar menjadi 1.372 atau (93,08 persen), 15 atau (1,02 persen) orang meninggal dunia, dan 87 atau (5,90 persen) orang masih dalam perawatan.
Sementara itu, angka kumulatif kasus positif tercatat sebanyak 1.474 kasus.