Menu

Kota Denpasar terapkan sistem/aplikasi meminimalkan keramaian di faskes dan layanan publik.

  • Kamis, 26 Maret 2020
  • 467x Dilihat

Krisis seringkali menjadi pemicu hadirnya inovasi baru. Atas arahan Walikota I.B. Dharmawijaya Mantra, Kominfo Pemkot Denpasar bekerjasama dengan Bamboomedia sebuah IT Company dengan 18 tahun pengalaman di industri software, mendorong penerapan sistem baru ini. Hasilnya: 1st Public Physical Distancing Apps.

Badan Pendapatan Kota Denpasar menjadi yang pertama, terhitung 23 Maret 2020 sudah berhasil mengurai keramaian di ruang tunggu dengan berbasis aplikasi. Sebuah Ruang Tunggu Virtual untuk keselamatan bersama. Akan menyusul kemudian Bank, Layanan Publik, serta titik-titik keramaian lain.

Faskes (Fasilitas Kesehatan) adalah keramaian yang tidak mungkin dihindari karena telemedical tidak siap. Ada 10.000 Puskesmas dan sekitar 3500 Rumah Sakit di Indonesia, berarti tidak kurang dari 1 juta/day keramaian yang beresiko.

Walikota bergerak cepat, dimana mulai Senin 30 Maret 14 Puskesmas di Kota Denpasar (rata-rata 100-150 pasien/day) mulai pakai sistem yang sama untuk lindungi warga kota dari COVID-19. 

Rumah sakit milik pemkot Denpasar yaitu RS.Wangaya segera menerapkan sistem yang sama untuk memisahkan/mengurai waktu kedatangan lebih dari 400 pasien setiap hari nya. Semua untuk mengurangi resiko penyebaran COVID-19 khususnya di Kota Denpasar.

Masyarakat kota Denpasar diminta SEGERA Download SpeedID (Playstore dan AppStore) agar terhubung ke layanan berbasis cloud ini. Aplikasi hanya 3 mb, hanya dibutuhkan 5 detik untuk download dan kurang dari 1 menit untuk sign-up, Setup Provinsi dan Kab/Kota sesuai KTP.

Walikota berharap, inovasi yang sudah diujicoba di kota Denpasar ini dapat diadopsi kota/kabupaten lain untuk bahu membahu menghadapai krisis ini secara nasional.

Berita Terpopuler